Catatan Harian 173 : Angin Baru Berhembus, Ombak Mulai Beriak

Lupa kan mau ngomong apa? Ngelamun sana sini dulu sih… Well masalah fokus ini memang jadi konsentrasi di pekan ini, masih seperti sebelumnya. Memang perlu tehnik khusus untuk melakukannya.

Tanpa tunggu lama, ini cerita kami dua pekan kebelakang

Ahad, 1 Sya’ban 1442 H, 14 Mar 2021

IMG_20210314_173705

Kita beli sepeda pagi ini, jadi setelah mengajar wildan saya bergegas pergi untuk mengecek sepeda. Sempat agak alot hingga akhirnya saya deal di 900 dari harga awal 1.3 Juta. Sore hari kita langsung bersepeda bareng Najmi, sebuah cita-cita lama : Pengen sepedahan bareng anak.

Dan sore itu kita nikmati segelas es, istirahat di taman lalu pulang. Untuk malam hari, seperti biasa saya lupa ngapain. Entah kenapa mungkin karena kegiatanyya selalalu sama : Sholat bareng, makan, nonton, sholat lagi, ngaji, main game, lalu tidur di jam 9.

Meskipun sebenarnya ada banyak variasinya : Kadang Jarir nangis, kadang Najmi tertawa lepas, kadang Jabir yang makan sambil belepotan, kadang anak-anak yang tertawa bersama, kadang saya yang makan makanan spesial. Something valued if shared.

IMG_20210314_185011

 

Senin, 2 Sya’ban 1442 H, 15 Mar 2021

Hari berjalan seperti biasa, sibuk dengan pekerjaan : Pagi-pagi selepas rutinitas subuh, kembali dengan mempersiapkan presentasi di pagi ini, dilanjut dengan mengikuti meeting pagi, sementara Ummah pergi bersepeda. Pagi ini cerah.

Saya sendiri lupa presentasi apa… Mungkin untuk core non core, dan saya diberikan pisang goreng untuk sarapan hari ini. Sementara hati masih membara dengan semangat pasca coaching untuk segera memulai rencana membuka pengajian.

IMG_20210315_074536

Siang hari saat menyusun proposal, saya dikejutkan dengan Pembina, dan saya sadar : Siapa Pembina saya? Siapa pembimbing saya? Dan hari pun berlalu. Kalau memang jalannya disini, di kampung ini kita memulai, kita mulai. Bismillah. Hidup seperti pohon kelapa, dimanapun… Tumbuhlah, biarpun gak bisa setinggi Medina, Islamic Center, trenmatika, setidaknya jadi pohon pisang pun bermanfaat buat Ummat. Asal jangan jadi pohon berduri saja, yang hanya bisa menyakiti.

Ayo, mulai lagi membina diri. Dan sore, dan malam pun tiba dengan diskusi 60 menit disertai internet yang putus-putus menyisakan kisah dan kesimpulan terburuk yang bisa dihadapi di depan. Maka majulah, dan apakah kamu akan jadi lelaki yang diam lalu berhenti, atau bergerak dan tumbuh.

Saya segera menghubungi beberapa rekan DKM, menanyakan dan meminta saran bahkan malam hari kita arrange meeting 60 menit meskipun sangat disayangkan jaringannya jelek dan feedback yang diterima menguji kesabaran saya. Menguji daya tahan atas komentar negatif. Begitulah.

Saya jadi agak kecewa ketika ya, rencana saya tidak berjalan mulus, saya masih bisa meningkatkan skill, pengalaman, kemajuan, dan lain-lain.

Selasa, 3 Sya’ban 1442 H, 16 Mar 2021

Ini selasa kan? Hari yang indah diawali dengan Najmi yang bangun jam 3.30 lagi karena mendengar suara alarm dalam kegelapannya di kamar sebelah. Dan kami masih terlalu lemas untuk membuka mata dan pagi pun datang, kita sholat subuh lalu cahaya mulai terpendah, selepas ngaji, dan saya berangkat sepedahan lagi. 30 menit bisa 4.2 KM. Luar biasa.

Meski di strava, saya jadi melamun lagi. Yang lain sepedanya keren, spot nya keren, temannya keren, outfit keren, track nya keren. Kita? Masih begini saja, dengan kaus biasa dan sendal jepit. Kere(n).

IMG_20210316_172505

Saya lagi negatif hari ini, setelah mendapat nasehat yang membuat saya stack semalam, dan pagi ini pun diperkuat dengan bertemu dengan para asatidz yang lulusan sanad dari arab. Bang Ali bilang pelajari mereka. Saya jadi merasa : Orang yang ilmunya gak mumpuni udah aja jadi murid, belajar aja terus, kerja aja di pabrik, ga bakal bisa jadi ustadz, masa depanmu disitu gak cerah. Toxic memang saya ini.

Sudah jam 13.46. Dari pagi rasanya memang sudah gak jelas hari ini, padahal di luar sana ada tukang rongsok, ada tukang remot, tukang sabuk terus berseliweran. Malu sama mereka, berlelah-lelah mencari rejeki halal.

Hujan gerimis di sore ini, entah apa lagi agenda hari ini selain meratapi diri, Ya Allah, saya gak mau kembali terjerumus ke lembah yang buruk. Saya ingin terus maju di jalan dakwah, tapi gimana, siapa yang mau saya ajak maju bersama. Bagaimana caranya biar hamba yang lemah ini bisa terus dalam kebaikan?

Selebihnya saya coba tanya ke Bang Ali dan jawabannya di pekan ini : Tidak ada faktor external yang menentukan hidup kita (Kecuali Allah), sesuatu diluar sana mempengaruhi kita karena seizin kita, orang menilai kita negatif lalu kita jadi negatif adalah karena kita yang mengizinkan. Faktanya : Orang bilang negatif itu karena mereka isi kepalanya negatif dan tetap positif lah! Dan waspadalah ada saat orang itu menggunakan itu untuk mencegah kita tumbuh, dan tetaplah cari teman-teman yang positif!

Rabu, 4 Sya’ban 1442 H, 17 Mar 2021

Bangun subuh dan ini WFO perdana, mau bawa mobil tapi gak jadi, ada karyawan baru di kantor, bagian BA dan meeting prdouctivity siang hari. Hari ini kembali start time study, dan agak berisik tapi santuy.

IMG_20210317_122302

Malam hari masih pulang tepat waktu dan istirahat sendiri tanpa game dong, cuma jadi kebiasaan nonton youtube lagi sampai jam 11. Ga bagus. Sebelumnya mau diskusi sih sama Pak Purnomo soal rencana ngajar, tapi bertemu para kyai, saya undur. Saya merasa ga pantas.

IMG_20210317_200053

Ini rasanya jadi puncak momen saat saya mau maju dan tersendat, di sesi coaching saya ditanya : Apa yang paling membuatmu tersendat disitu? Kita belum dekat bener sehingga action saya di dua minggu ini adalah lebih mendekat dengan para beliau : Keluar dari rumah, bantuin pembangunan mesjid, berbasa basi bareng jamaah.

Ada beberapa onstacle yang di eksplore : Kesulitan bicara dengan para tetua dan ketakutan dengan penolakan. Salah satu challenge yang saya dapat adalah : Well prepared, prepare alternative theory, live is not about A or B but also C, D, E, F. Saat ditolak, bukan berarti semuanya hancur, kita harus terus merevisinya, seperti saat kerja. Target ada untuk dihormati meskipun kadang harus diundur demi sebuah realitas yang lebih baik.

Kamis, 5 Sya’ban 1442 H, 18 Mar 2021

Maka hari ini? Kerja dan pulang ikut yaasinan tapi ga jadi mimpin kelas. (Kelas apa?) Diskusi hangat di pagi hari bareng pak Slamet tentang kebaikan yang harus segera dimulai.

IMG_20210318_115658

Tulisan baru 50, tapi foto udah penuh. Ga tahu kenapa.Maka kerja masih time study setelah audit EHS lalu pulang tepat waktu, yaasinan di mesjid, makan, break dan istirahat. Pagi hari kita mengaji loh, udah dua kali bikin streaming dan rekam lalu upload. Alhamdulillah Semoga barokah.

IMG_20210318_141545

Jum’at, 6 Sya’ban 1442 H, 19 Mar 2021

Hari terakhir weekday, bangun jam 5 lagi, lalu sepedahan bareng Najmi setelah sekian lama, dan it’s so sweet. Lalu kerja, dari pagi meeting dengan pagi, soal time sheet, dan meeting soal packing dan tahu-tahu udah waktu jum’atan. Masih sempat istirahat siang, ikut kelas dan disini sekarang : Lapar, bingung abis gulung-gulung, dan mau jalan-jalan, besok belanja baju anak-anak dan udah bayar listrik dan kelewat cash back mandiri 25.000 hmm. Terbatas juga sih. Ini yang karena mandiri luncurkan aplikasi baru : Livin’.

IMG_20210319_064200

Kita ke mall ya malamnya? Haha, iya. Selepas sholat maghrib karena kita akan cancel ke Bandung dan gak kemana-mana di bulan ini, saya ajak anak-anak ke mall saja : beli baju. Dan luar biasa respon dari anak-anak. Ini jarak terjauh kami menggunakan motor sampai ke Summarecon.

 

IMG_20210319_195721

 

Hanya dua jam saja disana, jam 9 mall sudah tutup. Mamah nge WA : Jalan-jalan terus, saya bilang mau beli baju anak-anak. Kapan-kapan ajak orang tua aja.

Sabtu, 7 Sya’ban 1442 H, 20 Mar 2021

Sabtu ya ngajar Razqa, ngajar seru dan sepertinya ini jadi kelas terakhir sebelum akhirnya kita rmadhan lalu saya pindah ke Sukabumi. Pengajian berlalu seru, dengan bapaknya ada dan pulang kita main kucing dan main motoran.

Lalu siangnya? Ngajak Najmi sepedahan dan ngadem di warung betawi lama. Begitu syahdu dengan nasi yang dipasak masih di tungku.

 

IMG_20210320_105313

Dzuhur kita pulang dan sisa hari kita nikmati seperti biasa : Sholat, dzikir, nonton tv, mandi dan bersama.

IMG_20210320_105128

Ahad, 8 Sya’ban 1442 H, 21 Mar 2021

Sudah janji untuk ngajar wildan di jam 10, tapi pagi hari sepedahan terlalu jauh, kita ke Bintara dan berputar di Pondok Kelapa. Walhasil sampai rumah jam 9’an dan yah… jadinya telat ngajar. Dan pertama kali mengajar Farah, hanya perkenalan saja.

IMG_20210321_074144

Pulang ngajar dengan perut lapar, kita pulang dan tidur saja. Istirahat di weekend ini. Gak kemana-mana aja : masih dzikir, masih berfikir, masih merenung, dan main game lagi -_-“.

Senin, 9 Sya’ban 1442 H, 22 Mar 2021

Tadinya mau WFO untuk bantu time study, tapi jadinya WFH karena paginya kita perlu waktu untuk prepare lebih lama. Lalu meeting dan yah begitulah : Kerja.

IMG_20210323_120758

Coba diskusi soal cooler, ternyata perlu bayar 5juta. Wah, jadi ngeri-ngeri sedap untuk kita relokasi sekarang. Suasana sedang begitu pandemic sekarang. Kita bertahan sama-sama saja disini.

Selasa, 10 Sya’ban 1442 H, 23 Mar 2021

WFO, sampai sore. Ya Akhirnya WFO lagi dan karena room penuh, saya kerja di OPC dengan jaringan yang akhirnya memaksa saya pakai tethering juga kan? Ada banyak meeting yang pasti.

IMG_20210323_114947

Selebihnya lupa lagi ada apa. Sayang memang, semoga jadi hari yang bermanfaat. Seperti hari yang teringat saat berjalan di dekat pangumbangan sendirian di ngabuburit di bulan puasa, atau naik angkot selabintanaan dengan driver yang baik-baik.

Saya adalah manusia yang rindu dengan masa lalu : Tinggal di daerah pesawahan, di rumah teduh dengan furnitur lengkap dan dinding kuat dengan keheningan masa lalu, dengan kebun yang luas tak jauh dari rumah, dan sawah yang menguning di penghujung sya’ban. Kami rindu jadinya. Sesuatu yang tertinggalkan memang selalu menjadi syahdu, memanggil air mata untuk menetes dengan kerinduan yang sangat. Ingin pulang, ingin kembali, ingin hening lagi. Ah, manusia memang makhluk yang gemar berandai-andai.

Rabu, 11 Sya’ban 1442 H, 24 Mar 2021

Sudah mau 10 hari tak menulis, jadi kita selesaikan cepat saja. Ini Rabu, kerja dan meeting sore hari, setelah paginya finally bisa belajar tanjakan sendiri. Di hari rabu ini, ada meeting productivity dan di rumah berlalu begitu saja.

Saya khawatir jika saya tidak begitu mementingkan soal rumah, itu atau begitu semuanya penting hingga tak harus di ingat semuanya, manis dan getir kita selalu tertawa saja. Baik tertawa bahagia, atau menertawakan luka, sehingga keduanya menjadi terasa sama.

IMG20210324195000

Disini tak ada tempat nongkrong sambil menikmati bandrek aceh dan nonton TV seperti di gerbang GMP. Tapi ada anak-anak lucu yang bilang : “hmh, tak percaya”, atau sore-sore menikmati cilor, koleksi kartu nusa rara dan menikmati maklor.

Kamis, 12 Sya’ban 1442 H, 25 Mar 2021

Masih di rumah, tuker sama fachrina karena besok ada acara DKM dan harus masuk dan apa ya? Tetap melewati hari dengan Najmi yang begitu bangga dengan kaus Riko yang nyampe.

IMG_20210325_173405

Kadang kerjaan ini lah, jadi begitu low season. Tapi coba tetap keep on track, disesuaikan dengan beberapa hal yang harus di persiapkan. Sementara kita berkutat dengan masalah : Tinggal dimana, menghadapi tantangan untuk selalu taat orang tua yang begitu challenged, beberapa kondisi di kehidupan berumah tangga yang kadang bikin kita bergumam : Ngajarin anak hafalin qur’an itu begitu lelah, menerapkan montessori itu begitu sulit, menyemangati diri untuk tetap on track pada hal yang penting itu begitu hah! Dan kita harus tetap jalan, seperti naik ke atas gunung, di jalur yang kita yakini benar, jangan pindah-pindah jalur, jadi makin lama bahkan mungkin hanya berputar-putar tanpa pernah ke puncak.

Jum’at, 13 Sya’ban 1442 H, 26 Mar 2021

Kerja lagi dan pak kholid farewell hari ini. Hari ini dari pagi kita diskusi saja, jadi  muadzin saat sholat jum’at yang menjelaskan tentang….. hah, lupa -_- tawakal itu minggu kemarin, lupa kalau minggu ini soal apa.

IMG-20210326-WA0015

Pulangnya kita mampir di bebek Kaleyo, berdiskusi, berbagi cerita lalu berfoto bersama dan pulang. Seperti kita pada seharusnya.

Sabtu, 14 Sya’ban 1442 H, 27 Mar 2021

Apalagi kalau bukan service mobil dari pagi sampe siang. Luar biasa lamanya dan panas, hingga akhirnya sore hari  ikut coaching lalu malam menyanyi padi di pabrik kerupuk setelah terpesona dengan performance Padi reborn beberapa hari sebelumnya di Youtube.

Apa hidup itu hanya kilatan-kilatan cerita dan kenangan? Bentuklah pribadi dari tujuanmu. Teruslah kembangkan diri di setiap hari dengan cerita-cerita progresmu. Untuk hari ahad ini, berzikirlah lebih banyak, sejam dua jam. Tahsin dan muroja’ah diluar yang biasanya.

IMG-20210328-WA0002

Diluar sana ada yang lebih baik ibadahnya. Dan jadilah seperti itu, belajarlah dari mereka. Itu energi yang kita sebarkan. Budaya kita budaya terus tumbuh, bukan budaya santai dan menikmati hidup. Budaya silaturahmi, bukan budaya individualis.

Masih banyak belajar, misalnya tentang bagaimana menasihati anak dengan baik tanpa rasa kesal, tanpa rasa bikin anak drop. Saya meminta maaf, mencoba memperbaiki cerita, mencoba tetap menikmati hidup dengan Suara cadel Jabir-Jarir, ekspresi lucu saat bilang hmh, tidak percaya dan bilang gatel dan antusiasme mereka saat saya pulang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s