Catatan Harian 172 : Ah Kamu Mah “B” Ajah…

Nama saya Anwar, saya seorang lelaki yang kadang menilai diri saya pemberani di beberapa kondisi, namun kadang takut. Misalnya berani jadi MC jum’at dan takut untuk memulai usaha. Berani menjalani berbagai macam keputusan beresiko kecil tapi takut mengambil keputusan yang fundamental misalnya berhenti kerja dan menjalani hidup sebagai ustadz.

Nama saya Anwar dan usia saya 31 tahun, usia matang mereka bilang, dimana saya mulai merasa perut saya makin bulat dan siang ini saya akan ada session dengan seorang coach yang baru menempuh pendidikan konseling dan saya mau bertanya tentang beberapa hal.

Pertama, tentang saya yang sedang bingung dengan seperti apa hidup saya seharusnya. Saya sudah 10 tahun menjalani hidup sebagai karyawan dan mulai dilanda kekhawatiran : Apakah saya akan mendapatkan kehidupan yang terbaik disini dengan menjadi karyawan : Memiliki mobil, rumah, membantu orang tua dan menyekolahkan anak di pendidikan yang terbaik. Ini merupakah sebuah pencapaian yang istimewa tentu saja, buat saya yang berasal dari kampung dan tetangga, saudara, maupun teman tidak seberuntung saya.

Namun manusia tidaklah merasa cukup, kadang saya ingin mencapai lebih khususnya di bidang pengembangan Islam, saya tidak dekat dengan ulama, tidak memiliki santri, tidak mengikuti komunitas tertentu yang saya harap bisa mengeskalasi kedekatan saya dengan Sang Maha Pencipta.

Saya sudah menjalani beberapa jalan alternatif, membuat rekaman ceramah tapi saya tidak berani menyebarkannya dengan lebih baik : Takut ditertawakan, takut ada konten pribadinya, tidak profesional dan ketidak sempurnaan lainnya. Saya beberapa kali juga membuat video, tapi tidak saya teruskan karena keterbatasan sumber daya. Apakah ini jalan hidup saya.

Saya disini untuk mendengarkan beberapa tips, masukan, paradigma baru seperti yang biasa Mas Ali berikan : Bahwa progres harus dijalani, tujuan harus jelas dan tindakan harus sejalan, tentang minder yang sebenarnya kesombongan yang tersembunyi dan beberapa paradigma lainnya.

Yang paling utama adalah bagaimana caranya membuat saya bahagia menjalani berbagai spekulasi, rencana, dan menikmati setiap perjalanan di dalam meraih tujuan. Itulah. Dan bagaimana saya bisa belajar dari mereka yang sukses dalam meraih keindahan dunia, dan dekat dengan Sang pencipta.

Ada masukan?

Ahad, 16 Rajab 1442 H, 28 Feb 2021

Waktu pagi mood sudah lumayan baik, mobil bisa di matikan lagi check engine nya saat pulang di rumah, untuk kedua kali engine check menyala setelah hari kamis pagi tiba-tiba dia menyala lagi. P138 katanya sensor oxygen Bank 1 bermasalah. (Anyway sudah dua minggu dan Alhamdulillah mesin masih baik-baik saja, sekarang malah ada keluhan baru : Tenaga kurang strong, kopling terlalu tinggi dan ada bunyi saat di gas serta ya bunyi ngelitik yang rasanya makin terdengar saja)

IMG-20210228-WA0003

Setelah kita istirahat pagi, jam 9 semua berangkat, bersiap ke Cirenged, waktu berangkat semua baik-baik saja, tantangan terjadi saat nanjak ke parkiran, slip di tanjakan. Selepas makan, tiduran, saya nyobain mi ayam dan es kelapa di mang ohim. Citarasa baru, mi ayam hanya 6 ribu.

IMG_20210228_111638

Lalu Bapak tiba-tiba mengajak ziarah ke kebon pedes, seperti apa medannya? Entahlah, kita coba dulu saja. Ada parkiran sempit saat mau sampai dan kita berinfak kepada penunjuk jalan serta tukang bakso yang membantu parkir. Dan sore kita pulang, mood saya sudah kurang baik, indikator engine nyala lagi, bingung kita. Waktu sore dia bisa mati juga.

IMG_20210228_144613

Sore sampai malam kita istirahat saja, ngobrol soal ongkos haji, diskusi soal persiapan besok, ddn yang pengen motor. Sudah malam, se ronde bareng Najmi, lalu terlelap.

Senin, 17 Rajab 1442 H, 1 Mar 2021

Tanpa alarm, ummah membangunkan kami di jam 3. Sudah waktunya berangkat. Gontai, padahal saya masih ingin menikmati suasana udara segar Sukabumi.

30 menit saja mempersiapkan semuanya : Ummah sudah dengan cekatan menyiapkan baju, laptop, tas, segalanya. Lalu kita berangkat. Alhamdulillah seharian ini mobil tidak berkedip lagi indikator engine nya.

bermain di gigi tinggi 3-4-5 ternyata membuat mesin lebih irit. Almera tetap bertenaga tanpa getaran besar di kabin. Jadi kita berhasil meningkatkan performa dai 7 km/liter menjadi 10 km/liter Setelah mengisi 200ribu pun, bensin hanya berkurang 1 strip. Irit. Di Cigombong parkiran penuh, jadi kita sholat subuh di rest area dan melaju menembus Jagorawi dengan lancar, ada contra flow di sebelah kanan dan sampai rumah di jam 7.

IMG-20210301-WA0002

Dilanjut kerja saja hari ini : Hitung saving, meeting dengan team soal improvement plan, membagi tugas soal maintenance dan meeting tentang core non core di sore hari dengan mengantuk.

Ba’da maghrib kita bungkus mobil, setelah bayar kontrakan parkiran dan rencananya kita mau tidur ba’da isya, ada orderan krupuk dari usep. Tapi gak jadi datang, akhirnya kita tidur jam 9.

Masih banyak ngopi, mudah-mudahan tua terjaga dari diabetes dan penyakit paru. Dan katanya mau jadi Kyai, tapi bahkan puasa ayyamul bidh skip lagi, gimana coba? Dan anyway ada yang coba tepu tepu dengan kirim bukti transfer palsu. Lemah.

Selasa, 18 Rajab 1442 H, 2 Mar 2021

Awalnya bilang, ah baru senin, tau-tau udah jum’at. Begitulah hari berlalu, tanpa rencana apa-apa dan waktu berlalu cepat, dan jadinya tanpa pencapaian apa-apa. Masih disini… Benarkah?

Cobalah melihat sesuatu positif dari dirimu, mencoba mengamalkan buku, belajar, instead fokus pada yang begini-begini aja, dan fokus pada Najmi yang rajin sholat, bangun subuh, instead of kotoran rumah yang menumpuk di dekat pintu dan kasur kamar yang berantakan, dengan gatal di punggung.

Maka Selasa datang di 5.06 ngantuk. padahal jadwal tidur lagi tadinya, udah rencana aja. Tapi batal. Ada banyak hal yang ingin dilakukan : Explore Orange, belajar untuk ngajar nanti malam, membuat segelas kopi, tidur, berdiskusi dengan anak, memangku Jabir-Jarir, berjalan berkeliling. Tapi saya mau disini dulu, menulis sampai jam 7, mengulas kenangan, merenungkan masa depan. Sejam saja, meski orang bilang 20 menit cukup.

IMG_20210302_131722

Setelah jam 7, kita ngopi sejenak, menikmati pagi, sarapan lalu kerja. Entah ada meeting atau tidak, ada meeting SFI, hitung aktual saving lalu malam mengaji, main game, istirahat, begitu. Entah mau kemana. Mungkin mengajar Javascript lagi. Benarkah hidup mau begini aja?

Kayaknya ada yang lebih yang bisa dilakukan : Membuka kitab, dhuha, hafalan,lalu apa? Apa yang bisa dicapai memangnya? Lelah kalau jawab pertanyaan ini? Mendekat kepada Allah atuh, lebih banyak amal sholeh, masuk surga kan, di ridhoi. Tapi begini aja? Iya yah… ilmu teh penting, untuk menjawab setiap pertanyaan, biar ada jalan keluar. APa dong jawabnya? Bersyukurlah dengan apa yang ada sekarang, kita tidak tahu seperti apa kita dihadapan Allah, tapi tetap husnudzon, tanpa menyerah, bertaubat. Semoga di dekatkan para Ulama.

Sudah 90 menit saya disini, Ummah mau olah raga batal karena hujan, baru satu catatan. Masih belum tentang tujuan, belum lagi cari SD card. (Dan Alhamduillah akhirnya ketemu)

Sisa hari ini lupa, udah terlalu lama tidak menulis, tadinya mau nulis di wattpad, tapi lagi-lagi kurang istiqomah, tadinya mau stop nulis pake laptop ini, tapi lagi-lagi batal. Disini saja kita, menikmati hari.

Rabu, 19 Rajab 1442 H, 3 Mar 2021

Bekasi sedang hujan hari ini, adzan isya berkumandang dari surau. Saya masih disini, mencoba menyelesaikan bagian pertama ini dulu, sebelum bergegas ke mesjid, bersujud bersama orang-orang Sholeh disana.

 Saya masih disini, mencoba menyelesaikan bagian pertama ini dulu, sebelum bergegas ke mesjid, bersujud bersama orang-orang Sholeh disana

Namanya Alvian, saya lupa dulu bertugas di bagian apa, kami sama-sama bertugas sebagai OSIS semasa Aliyah. Siapa sangka kawan yang satu ini sukses dalam wirausaha nya, hari ini saya pastikan apa dia memang benar bertugas di Papua? Ternyata benar! Entah sudah berapa lama dia disana, terakhir kami berbincang di grup WhatsApp teman sekolah menjelang pernikahannya.

Dia orang yang tidak begitu menonjol semasa sekolah, bahkan kalau tidak salah sering bolos. Tapi siapa sangka sekarang jadi pengusaha kontraktor sukses, selain hobinya dengan Vespa, naik gunung dan olahraga ekstrem. Nasib siapa yang bisa menyangka.

Dia dan beberapa teman semasa Aliyah : Irni, Ayang, Nyimas dan Sahrial berasal dari sebuah kampung bernama Citamiang di Kecamatan Cisaat, Sukabumi. Kawan-kawan yang lain dari kampung itu saya lihat sukses dengan kesibukannya, walau kami jarang berbincang, tapi saya ikuti kabar mereka dari sosial media.

Irni sukses sebagai guru di Madrasah Raudhatul Ulum, Madrasah yang dibangun ayahnya itu saya lihat semakin megah. Bersama kakak, adik dan suaminya mereka berhasil membangun madrasah itu menjadi semakin maju dari segi prestasi maupun pembangunan. Sungguh sebuah prestasi yang sangat baik. Sementara Ayang, Nyimas dan Sahrial pun sama suksesnya. Mereka sudah bahagia menjalani bahtera rumah tangganya masing-masing.

Ayang bersuamikan seorang Ustadz, kakak kelasnya semasa Aliyah, Nyimas terakhir ketemu di daerah Kopeng, Kota Sukabumi sedang membantu mertuanya menjaga mini market dan Sahrial entah bagaimana ceritanya sekarang dia tinggal di Lampung.

Ada cerita menarik bersama mereka semasa Aliyah, mungkin suatu saat saya ceritakan disini. Tidak sekarang.

Hari ini bermula jam 4.47, kami bangun tanpa alarm. Alhamdulillah bisa berjamaah subuh bersama Ummah. Najmi ketinggalan, padahal dia sudah semangat bangun karena ingin sikat gigi dengan odol Hot Wheels barunya. Najmi pun merajuk, dia ingin sholat berjamaah juga, maka pura-puralah saya sholat lagi, jadi imam lagi, biar Najmi bisa berjamaah. Lucu anak ini lah. Selepas sholat, kami beristirahat. Najmi tidur lagi, dan saya harus berangkat ke kantor diantara hujan gerimis di Bekasi.

Jam 8.34 saya baru sampai di parkiran, sudah sepekan security berganti seragam menjadi seperti polisi. Setelah memarkir motor, saya bereskan helm, berpapasan dengan Pak As’ari yang juga baru sampai dan melangkah menuju B Mezzanine, membawa sebungkus odading wijen dan roti goreng keju yang dibeli di jalan.

Pak Sulis dan Pak Bayu tengah berdiskusi di meja kerja tentang masalah kekurangan tenaga kerja di Packing. Kami hanya memiliki seorang tenaga kerja aktif saja di packing, Pak Sugeng tidak masuk kerja lagi, alasannya mau buat SKCK untuk melamar kerja, karena bulan ini Pak Sugeng terkena pemutusan Hubungan Kerja, bulan ini memang jadi bulan yang berat karena 17 orang terpaksa harus diberhentikan di pabrik karena dampak pandemi sehingga orderan menurun dan pak Sugeng jadi salah satu karyawan yang terkena dampak pemutusan kerja.

Sebuah pekerjaan rumah bagi saya untuk meminta ke manajemen tambahan satu orang karyawan permanen karena selain masalah Pak Sugeng, Pak Ihwani juga belum bisa bekerja dengan optimal setelah menjalani Operasi besar bulan kemarin, sehingga harus bed rest dan terus kontrol ke Dokter.

IMG-20210304-WA0004

Pekerjaan hari ini masih seputar hitung dan update penghematan aktual dari proyek-proyek perbaikan di pabrik serta pembuatan analisa core non core bersama seorang ekspert dari Jerman. Begitulah sampai sore sebelum akhirnya jam lima lebih saya pulang.

Di sela-sela pekerjaan, ada obrolan hangat tentang rencana wirausaha dengan Pak Slamet serta berbagi pengalaman tentang pendidikan anak ADHD dengan pak Sulis. Mungkin suatu saat saya bahas lebih panjang disini.

Sampai rumah di jam enam, saya mengajak Najmi dan Jabir berjamaah sholat Maghrib, sementara Jarir tidak saya ajak, karena dia sedang di toilet. Akhirnya Jarir sholat berjamaah dengan Ummah dan mengaji sampai isya, sementara saya makan malam.

Isya pun Alhamdulillah kami bisa berjamaah, lalu Ummah berangkat ke dokter gigi, sayang dokternya sudah siap-siap pulang, jadi Ummah tidak jadi dilakukan tindakan cabut gigi hari ini. Dan disinilah sekarang, 20.59 saya menulis sudah tiga puluh menit setelah memeriksa mobil. Ditemani segelas susu coklat. Kebahagiaan sederhana.

Begitulah hari ini, Alhamdulillah bisa berbagi dan belajar tentang pentingnya mendidik keluarga dalam sholat, menyampaikan pentingnya kejujuran dan kemauan untuk belajar dalam wirausaha dan besarnya arti kesabaran dalam mendidik anak.

Kamis, 20 Rajab 1442 H, 4 Mar 2021

38 Menit berlalu cepat, memang harusnya fokus untuk melakukan suatu perkara, bukan lihat WhatsApp dulu yang entah sejak kapan, semakin dewasa teman-teman jadi semakin suka politik, dulu waktu kecil kita acuh saja, lagipula apa pengaruhnya? Kami hanya penonton, bahkan diusia matang begini.

Atau tentang pengajian tentang haramnya mempercayai Zodiak serta sebuah pesantren Ushuluddin untuk mahasiswa S1. Andai ada S2 nya, kapan bisa benar-benar belajar dengan baik.

Saya mencoba membuka bagian Non fiksi di Wattpad, ternyata isinya cerita fiksi, dengan beberapa adegan vulgar, petualangan menyusuri negara dengan beberapa pemandangan mewah. Entah kenapa mereka suka berkhayal seperti itu? Mungkin karena mereka ingin membawa imajinasi kekayaan dengan kuat, seperti saya dengan list tujuan-tujuan dan impiannya yang dirasa lebih konkrit, mereka lebih suka memahaminya dengan cerita-cerita drama seperti itu, bisa jadi.

Anyway, Andai saya bertanya pagi ini : Apa rencanamu hari ini? pekan ini? bulan ini? tahun ini? Maka kira-kira apa jawabannya?

Yang terbayang adalah bekerja dengan baik menyusuri masa pandemi : menyetorkan perhitungan penghematan perusahaan, memulai dan menyelesaikan proyek-proyek baru, membantu rekan kerja dalam operasional pabrik dan terus belajar mengeskalasi kemampuan dalam programing Java, phython dan web untuk materi kursus.

Selain itu rencana untuk jalan-jalan ke Tangkuban Parahu bulan depan menjadi satu hal yang menarik, beserta diskusi mengenai komplain gaji yang rasanya masih mengganjal di hati.

Saya tentu ingin mengeskalasi diri ketahap pendapatan yang lebih baik, berbagai spekulasi muncul : Mulai membuka toko dengan mengikuti jejak Bang Ucil yang mau buka cabang toko snack lagi, lanjut memasarkan produk Resep Mantu atau fokus menulis saja di sini, di Wattpad. Atau pergi ke Suryalaya dan berziarah ke para guru untuk mengharap bantuan karomah para Auliya.

Sayang semuanya tak ada yang benar-benar saya yakini seperti tetap berangkat bekerja hari ini. Saya takut gagal, takut kehilangan stabilitas finansial yang selama ini di dapat atau malas lebih lelah lagi, padahal sudah bosan juga dengan rutinitas sehari-hari : Ngopi, kerja, nulis dan ibadah seadanya.

Di satu sisi saya yakin saya harus mengubah rutinitas, sudah waktunya, tapi mengubahnya jadi apa? Karena saya masih merasa apa yang ada sekarang pun sudah baik : Bisa nabung, menjaga keluarga, jalan-jalan, apa lagi? Bagaimana jika perubahan itu justru membawa ke keadaan yang lebih buruk?

Apa tidak ingin memulai menjadikan diri menjadi penulis dengan pembaca jutaan? Penceramah dengan santri jutaan? Pengusaha dengan omset Milyaran? Atau pembicara dengan jutaan pengikut? Atau traveler dengan keliling ke banyak tempat di dunia atau seperti santri yang dekat dengan ratusan ulama.

Jawab mau jadi apa?

IMG-20210304-WA0016

Bekasi, 4 Maret 21.05
Sudah waktunya saya berangkat ke kasur, beristirahat untuk hari ini, cukup untuk hari ini, bersiap untuk hari esok.

Tapi saya mau menulis, sebentar saja, tiga puluh menit. Sebentar, merangkum sajak-sajak kehidupan 20 jam kebelakang. Biar bisa punya karya, biar punya sesuatu untuk dibaca, biar tidak lupa, atau apapun itu.

Jam 5 saya terbangun, lalu berjamaah dengan istri dan Najmi sholat menyusul. Ternyata dia ingat, gondok katanya kalau apap sholat duluan, maunya kita berjamaah subuh ini, bahkan di setiap waktu sholat.

Yang menarik dari hari ini adalah : Saya bisa terinsipirasi dan menangis dengan ceramah Kang Dewa Yoga Pratama dengan jackpot rejekinya yang saya dengarkan dari mulai beranjak kerja di jam 8 hingga perjalanan pulang di traffic university.

Dengarkanlah YouTube nya dan Anda pun pasti akan terinspirasi dengan nasihatnya tentang hijrah, iman, taat, sedekah dan silaturahmi. Banyak hal yang saya lupa dan iman saya rapuh selama ini ternyata.

Pekerjaan hari ini masih seputar aktual saving yang tadinya mau di review, tapi ternyata gak jadi, di sambung review PO kalibrasi yang nampaknya sudah 3 bulan tidak saya tengok, sudah selesai sebagian.

Dan saya pulang tepat waktu, setelah rencana untuk meeting batal, tadinya biar ummah bisa ke Dokter Gigi, tapi ternyata gak jadi juga.

Dan Maghrib berlalu, kita tidur bersama sambil nonton boboboy, menonton dunkirk dan melihat YouTube yang entah tentang apa, sampai nonton tentang kepenulisan dan saya pun kembali ingin menulis, menulis dakwah, menulis puisi.

Atau menulis tentang hujan, hujan yang seperti rejeki yang kita harus bersihkan pipa yang tersumbat serta kerannya. Rejeki itu selalu ada.

Jum’at, 21 Rajab 1442 H, 5 Mar 2021

Satu-satunya Agenda adalah : Jam 15.30 mungkin mengajar Danish untuk mengaji lagi, kita lanjutkan dengan pelajaran Akidah Akhlak tentang akhlak terpuji. Memanglah, saya tidak pernah persiapan apa-apa kalau mengajar anak-anak, padahal persiapan itu penting meskipun materinya sederhana dan durasinya pendek.

Yang terpenting adalah niatnya, bukan niat karena uang. Ada why alias alasan yang penting dari setiap keputusan? Kenapa melayani pesanan sambal begitu semangat padahal untungnya lima ribu daripada berbakti kepada keluarga? Mengapa begitu semangat mengejar untuk satu juta daripada berjamaah subuh? Mengapa begitu semangat bekerja banting tulang demi lima ratus ribu sehari daripada berbakti kepada orang tua? 

Mengapa adalah alasan yang begitu penting sehingga keimanan menjadi sebuah fondasi yang utama. Mengapa ingin kaya? Mengapa ingin punya pesantren? Mengapa tetap bekerja disini? Mengapa ingin mobil? Tanpa mengapa yang kuat dan jelas, maka kita tidak akan memiliki energi yang cukup untuk mencapai dan menjalani perjalanan menuju cita-cita, selain berdoa tentunya dan berbagai macam variabel ketaatan yang sudah pasti lebih penting, maka syari’at ikhtiar jangan mengalahkan syari’at ibadah.

Untuk berkah harta adalah dengan berbakti kepada orang tua, tapi bagaimana jika kita tidak mencintai orang tua dengan sangat? Tentu saja saya ingat perjuangan ibu saat membantu saya kuliah, kesabaran dalam memberikan kebebasan saya untuk belajar. Namun kadang saya ingat bagaimana rasanya saya diacuhkan, jarang didengarkan, seringkali diabaikan dan sedikitnya kenangan bersama orang tua, coba diingat-ingat bagaimana ibu mengandung? Bagaimana hati saya bilang? Mengandung kan hanya sembilan bulan, setiap wanita juga mengandung, bener kan? Hati dan fikiran ini negatif banget, sering mencari pembenaran juga. Tapi intinya saya ingin mencintai orang tua saya, apalagi ibu saya. Ibu yang sudah mengandung, melahirkan, menyusui, mengasuh, merawat. Ah andai saya bisa ingat.

Saya memang tidak mengharapkan balasan apapun dari anak saya (yang malah bikin saya mikir, jadi kenapa orang tua harus mengharap saya membalas dengan uang, waktu, kebaikan? Kan mereka gak ngarep? Saya ga bales juga gak apa-apa dong? Kan? Negatif lagi? Padahal taat kepada orang tua itu bukan demi orang tua, demi saya sendiri, demi kebahagiaan di dunia, rejeki barokah, usia barokah, agama barokah, ilmu barokah. Setelah diri sendiri dan keluarga, orang tua adalah prioritas utama.

Meski demikian, saya ingin bisa lebih lama dengan orang tua, bisa melihat orang tua bahagia, bisa jalan-jalan bareng tanpa takut uang habis, mobil keserempet atau sampai lupa poto bareng dan ketus, saya ga suka diri saya begitu. Saya senang bisa mengumrohkan mereka berdua, saya senang bisa memenuhi harapan mereka untuk membeli tanah, membangun rumah, merenovasi rumah, menyumbang ke majlis ta’lim, berdonasi kepada keluarga, bersilaturahmi kepada saudara, berbisnis, membeli dagangannya untuk busana muslim, membantu bapak jualan ikan, mengantar bapak ke Bandung, saya rindu jalan bareng mereka.

Satu yang mengganjal saat ini adalah antara mengorbankan rencana  keuangan pribadi yang kekeh pengen ikut nasihan ahli keuangan, ketakutan zero cash yang membuat saudara bangkrut, ketakutan rajin sedekah tapi hidupnya menjadi stagnant yang saya tidak tahu, dan lain-lain. Allah ta’ala Maha Mengetahui keadaan saya sekarang, saya cinta kepada orang tua, cinta yang bahkan tidak perlu alasan, hanya sedikit dilema menghadapi kelemahan yang saya hadapi saat ini.

Belum lagi kepada guru, beneran cinta kepada guru? Guru SD, guru MTs, guru Aliyah, Kyai Pondok, Para Asatidz. Hmm… Panjang kalau diceritakan.

IMG_20210304_075329

Subuh membuka mata di jam lima Ummah sholat lebih dulu dan langsung belanja untuk pesanan sambal di jam 5.30. Enak memang dan saya tidak tahan untuk tanya “ada untungnya gak?” Karena secara logika rasanya tidak rela meninggalkan tilawah pagi dan sibuk di pagi hari hanya untuk untung lima ribu, belum bensin untuk berangkat beli cabe, jajan anak-anak pun tidak seberapa. Namun secara nurani saya faham bahwa berniaga bukan hanya tentang keuntungan, tapi bisa juga tentang manfaat : Membantu tetangga, menyalurkan rejeki dan bisa jadi wisata juga dari rutinitas pagi yang stagnant dan bahagia saat dapat orderan. Jadi hidup tidak selalu dinikmati melalui satu sudut pandang saja.

Selanjutnya kita berjamaah sama Najmi dan selanjutnya saya Alhamdulillah bisa kembali tilawah dan membaca kitab tentang Cabang Iman : Sholat, Zakat, Puasa, Haji, Jihad dan I’tikaf. Lengkap dengan dalil yang jelas dan saya terdiam saat ada hadits : Ciri mu’min adalah sholat, puasa dan ibadah sedangkan tanda munafik adalah minum dan makan seperti hewan. Saya tersindir.

Dan hari berlalu, mengaji 20 menit sudah bagus ya yus #membesarkan hati, sedangkan sisanya kita membuka email, merapihkan file dan entah ngapain lagi, tahu-tahu sudah jam 7, anak-anak saya off tv nya, sudah 90 menit dan saya bergegas membereskan mobil. Satu jam berlalu dan sudah waktunya bekerja.

Agenda hari ini masih aktual saving dan memonitor kalibrasi. Alhamdulillah yang lainnya masih lancar secara sistem. Anyway sebelum saya tutup saya mau bercerita bahwa semalam saya bangun di jam 11 lalu sholat tahajud setelah sekian lama, lalu ngopi dan mendengar ceramah Aa Gym hingga terlelap di jam 12. Badan makanya masih terasa remuk redam kalau kurang istirahat begini.

Kemang Pulo, 21 Rajab 1442, 5 Mar 2021

Baru sehari dan hari ini hari berlalu begitu saja, seperti biasa. Lebih baik? Ya tapi tipis-tipis saja.

Sudah sepekan tanpa game dan mulai bosan tanpa hiburan, mulai mendekat dan mulai bosan, hari begini-begini saja : Kerja, ngaji, nulis, makan, minum. Apa tidak ada usaha baru, bisnis baru, performa baru, atau sebuah perubahan mentereng dari impian dan harapan. Satu yang paling mengena adalah ditemukannya metodologi perhitungan material packing.

Ah sudahlah, apa manfaat menulis begini, saya bosan! Meskipun saya tidak tahu hal lain yang lebih bermanfaat, mungkin mendengar ceramah lagi.

IMG_20210306_151307

Hari ini bangun, lalu menjalani hari seperti biasa, membuka catatan lama dan jum’atan terlambat karena mengantuk, kita jum’atan di mesjid annasil Muttaqin bersama Najmi.

Setelah itu makan bakso pentol dan bekerja dengan marathon meeting tentang VA 4.0, saving packing, sholat dan dilanjutkan meeting warehouse.

Meeting sore OPW cancel lagi, tapi laporannya tetap saya submit. Selain itu mengajar ngaji dan pemrograman cancel hari ini.

Ba’da Isya setelah makan, istirahat dan sholat, anak-anak main game lalu saya menyepi di 20.28, sejam berlalu hanya ini karya saya.

Tidak hebat tapi bagus. Akhirnya menulis juga. Ummah memesan bebek dan ayam tadi pagi, bersiap jualan lagi. Akan lebih baik saya update shopee dan gofood juga grab food, tapi lelah, saya ingin istirahat dulu malam ini, mungkin nonton YouTube, lalu tidur, semoga besok dimudahkan tahajud.

Sabtu, 22 Rajab 1442 H, 6 Mar 2021

4 hari berlalu dalam senyap, kadang mengeluh, kadang bersyukur. Bahagia itu indah, seindah pagi yang menyambut saat mata membuka, hening dan indah. Sopan tanpa harus bilang-bilang.

Sabtu itu syahdu saat kembali mengajar razqa yang Alhamdulillah bisa mengaji lagi dengan lantang, dan diselingi dengan kisah-kisah ajaibnya tentang hantu, cakaran kucing, tidak puasa dan sholat dan do’a-do’a terindah di setiap kelas.

Kita gak jadi keluar, saat Wildan juga tak jawab chat katanya ketiduran, pun saat Icha mau belajar, gak jadi juga.

IMG_20210307_133825

Padahal ingin jalan-jalan saat weekend, tapi entah kemana? Memutar Jakarta rasanya tak semenarik dulu, entah sempat ingin ke PIK, melihat gedung-gedung disana.

Ahad, 23 Rajab 1442 H, 7 Mar 2021

Saya malu menulis ahad, tapi hati belum sepenuhnya islami, Astaghfirullah semoga Allah mengampuni dan menunjukkan jalan menuju arah kebaikan.

4 hari berlalu dlam senyap, kadang mengeluh, kadang bersyukur. Bahagia itu indah, seindah pagi yang menyambut saat mata membuka, hening dan indah. Sopan tanpa harus bilang-bilang.

Sabtu itu syahdu saat kembali mengajar razqa yang Alhamdulillah bisa mengaji lagi dengan lantang, dan diselingi dengan kisah-kisah ajaibnya tentang hantu, cakaran kucing, tidak puasa dan sholat dan do’a-do’a terindah di setiap kelas.

Kita gak jadi keluar, saat Wildan juga tak jawab chat katanya ketiduran, pun saat Icha mau belajar, gak jadi juga.

Padahal ingin jalan-jalan saat weekend, tapi entah kemana? Memutar Jakarta rasanya tak semenarik dulu, entah sempat ingin ke PIK, melihat gedung-gedung disana.

IMG_20210307_140014

 

Ajaibnya hari ini, kita jadi beli sepeda buat Najmi. After a long while. Malam sudah lebih indah dengan tanpa game, sehingga kita bisa lebih bersama.

Senin, 24 Rajab 1442 H, 8 Mar 2021

Dengan mengatakan bahwa hari-hari membosankan, bayangkan jika itu terus diulang setiap hari dan saat orang-orang disekelilingmu mendengarnya, hatinya bisa kecewa, dan Allah yang sudah memberikan hari ini?

Bersyukur dengan indahnya hari ini, sehatnya, serunya, nikmatnya. Menyenangkan. Seperti pagi dengan olah raga bareng Najmi dengan sepeda barunya dan saya lari pagi.

IMG_20210308_062828

Sampai dengan marah-marahmu, nasihatmu, cerita anak-anak saat Senin menyambut pagi, dengan OPW yang akan di review pagi, dan siang hari dengan beberapa request VA 4.0.

malam datang dengan anak-anak yang tidur bareng ummah, lalu ummah nyusul, dan entah kenapa saat pagi malah terlambat lagi dan mimpi ketemu Chelsea Islan dan Isyana di sebuah kampung diatas gunung berpemandangan lembah dan pantai.

Selasa, 25 Rajab 1442 H, 9 Mar 2021

Diawali dengan dzikir dan istighfar setelah bertemu annabawi tv, jangan ingin menjelajahi alam Ruhani. Tapi murni karena Sang Ilahi.

Pekerjaan masih closing opw, submit aktual dengan bukti nyatanya dan ada rentetan interview UI hari ini. Mahasiswa beruntung.

IMG_20210308_084135

Malam anak-anak tidur awal, sempat marah-marah, dan akhirnya ummah memijat kaki saya. Agak darah tinggi saya, dengan pinggang yang sakit dan sikap anak-anak yang ada-ada saja : Tiduran di jalan, marah-marah, merengek, nempel, duduk tiba-tiba dengan berat dan sakit, pipis lalu main air -_-. Allohummaj’alnii minasshoobiriin.

Rabu, 26 Rajab 1442 H, 10 Mar 2021

Kembali menempuh hari kerja ke kantor dan bawa mobil, setengah hari masuk angin. Keleyengan saya. Tapi waktu siang meeting kaizen dan SFI badan sudah fit, Alhamdulillah.

IMG_20210311_094909

Masih menanti perubahan yang lebih baik, dan hari ini beli roda bantuan untuk sepeda. Sehari sampe, Alhamdulillah.

Kamis, 27 Rajab 1442 H, 11 Mar 2021

Ini hari libur, isra’ mi’raj, rencana mau ke pantai, batal, jadinya wisata kuliner saja, mulai dari mi ayam, petis sampe diakhiri es krim durian sepulang ngajar dari Salma.

IMG_20210311_095935

 

Saat bersholawat, ada lah yang minat rumah, ingin 164 juta sudah lunas, berat saya rasa. Dan hari libur ini pun berlalu, meski di rumah saja, dengan jalan-jalan di sore hari. Alhamdulillah. Semoga bisa ada pahala baik didalamnya.

Jum’at, 28 Rajab 1442 H, 12 Mar 2021

Keinginan membahagiakan istri dan keluarga muncul di waktu subuh, kenapa tak bahagiakan mereka? Tapi tragedi kaus kaki yang tinggal sebelah merusak mood pagi, setelah saya putuskan untuk wfo pagi ini.

IMG_20210312_141751

Masih kerja dengan unpdate Excel untuk meeting sore ini, belum digitalisasi, dan masih beberapa orang saya wa untuk jadwal besok. Ada meeting review progress selama sebulan ini.

Saya bisikan : tak apa, balasan dari keluarga itu diluar kemampuan kita, tetap baiklah, karena Allah, tapi Ya Robb, saya kadang lelah dimana perubahan itu,dimana janji lebih baik dunia akhirat itu, saya demo. Entah saya pun tak tahu

Yang pasti kita tunggu saja, Allah maha mengatur, tahu mana yang terbaik, dan kita percaya bahwa Allah maha hidup, Maha mengatur, Maha baik, Maha Adil

Jadi saya tenangkan diri saya, menangis, pasrah, berzikir, bertilawah. Terserah Allah. Saya serahkan urusan keluarga, fikiran, karir, kehidupan, hanya ingin berdoa dan zikir dan pasraha di Sayyidul Ayyam ini.

Dan saat mendengar kisah perihnya Neraka, ngerinya mati tanpa amal yang cukup, dan indahnya surga dengan segala kelezatannya. Sungguh dunia ini hanya sekejap dan beruntung lah mereka yang sudah wafat dalam kebaikan, yang harus kita jalani dalam hidup di dunia ini sabar dengan segala ujiannya pahit, manis, ataupun datar, hingga mati.

Sabtu, 29 Rajab 1442 H, 13 Mar 2021

Mau ke trans studio Cibubur, 400rb per orang, berarti 2 Juta, mau ke Taman Safari 250rb seorang berarti 2.5jt, mau ke Sea World 135rb seorang jadi 1.5 Jutaan, mau ke Bandung bingung mau ke mana, bensin 400, tiket masuk 200, makan 200, budget 1.5 Juta juga kan. memang lah piknik ini ga ada yang murah di 2021. Emang budget berapa? Ya, kalau dekat tadinya sekitar 500 lah. Tapi bensin aja udah 100, dimana bisa piknik 500? Ke pantai ancol aja paling. Ya ada opsi ke faunaland ancol sih, 75ribu, berarti ber lima pas kan 500ribu. Hm. Menarik kah?

IMG_20210313_190516

Kita lihat saja, sudah mau jam 2. Dan pagi ini tetap mengajar razqa dan rencana mengajar Wildan di tunda dulu, setelah setengah hari luntang lantung, akhirnya kami putuskan untuk pergi saja di sore hari, ba’da ashar setelah mengikuti kelas Coaching bersama mas Haris akbar yang luar biasa, begitu penting message nya :

Topik: Meaning dalam karir
Goal: Memahami seberapa karir saat ini sudah excellent

Key Notes:
– Sdr. Anwar menginginkan kehidupan lebih dari kecukupan finasial tetapi juga excellent dan meaningful secara spiritual, di mana Sdr. Anwar lebih dekat dengan Allah, bermanfaat ke masyarakat, dan teladan dari segi keilmuan. Sdr. Anwar merasa kekurangan meaning spiritual ini karena keterbatasan waktu dan tenaga akibat pekerjaan formalnya sebagai engineer.

– Sdr. Anwar menyadari bahwa ia selama ini memiliki inklinasi lebih untuk mengajar anak-anak. Dalam mengajar anak-anak, Sdr. Anwar selalu bersemangat untuk belajar metode-metode baru terasa lebih efektif dibanding mengajar orang dewasa. Sdr. Anwar juga menyadari mungkin menjadi guru ngaji spesialis anak-anak bisa jadi satu jalan awal yang dapat membuka banyak peluang ke depannya.

– Sdr. Anwar juga menyadari bahwa, walaupun di beberapa tahun ke belakan Sdr. Anwar beberapa kali mengalami sesi mengajar yang tidak sesuai harapan (seperti tidak ada yang datang lagi atau orang tua komplain), bukan berarti Sdr. Anwar gagal atau tidak mampu. Berdasarkan pengalaman Sdr. Anwar melihat bahwa dengan belajar, sesi-sesinya bisa lebih efektif. Sehingga Sdr. Anwar yang sekarang berbeda dengan yang dulu dan akan terus bertumbuh kemampuannya. Dan bila ada pengalaman negatif lagi, ke depannya Sdr. Anwar tidak akan langsung menelan, tetapi akan lebih memahami dulu feedbacknya dan apa yang menjadi permasalahan. 

– Dalam 3 bulan Sdr. Anwar berencana untuk mencari pengajian di mesjid di mana ia bisa mengajar lebih banyak murid. 

Action Plan 2 minggu:
– Sdr. Anwar akan menyusun proposal untuk kurikulum mengaji yang selama ini ada di pikiran namun belum pernah diwujudkan. Proposal itu akan Sdr. Anwar gunakan untuk mencari mesjid di mana ia bisa mengajar. 
– Secara parallel, Sdr. Anwar akan mengubungi beberapa kenalan di DKM kantor dan mencoba mendapatkan 5 kontak mesjid yang bisa di-approach untuk menawarkan proposalnya. Namun meng-approach mungkin baru bisa setelah 2 minggu ketika sudah selesai draft proposalnya.

IMG_1191

Dan sore hari kita ke Ancol lagi, menikmati suasana baru, menikmati senja. Dan sepertinya blog ini saya migrasikan ke blog yang baru, udah sering nge hang, mungkin karena foto yang sudah terlalu banyak.

Acara di Ancol berjalan santai bahagia, hingga akhirnya pulang di jam 9 malam. dan sampai parkiran jam 10 tapi terhalang pengajian, nunggu lah sejam, jam 11 baru masuk mobil dengan suasana begitulah, capek. Tapi mau gimana, kita faham kondisinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s