Catatan Harian 166 : Hari Istimewa, Hari Berduka & Hari Penuh Cobaan

Pada akhirnya kita sadar bahwa kita hanya hidup di satu dimensi : Dimensi kita sendiri, dimensi yang begitu kecil baik volume, cakupan, cerita. Sedangkan Allah ta’ala sudah memberikan cakupan yang begitu besar, begitu luas dan membahagiakan.

Kita hanya bisa berasumsi dengan keterbatasan kita, menyangka begini dan begitu tapi ternyata di luar sana, ada orang yang memilih jalan yang berlawanan denga faktor variable yang lebih menentukan dan hasil menjadi lebih baik. See? Hidup bukan tentang kita bukan? Kita hanya menjadi pusat rotasi dari beberapa bulan dan bintang di rumah ini, dan diluar sana, bermilyar galaksi terus berjalan.

Dan seiring berjalannya waktu, saya makin sadar tentang saya yang begitu kecil, semakin kecil.

Senin, 6 Jumadil Awal 1442 H, 21 Des 2020

Ini pertama kali Najmi iqomah di mesjid, jam 20.20 disini, diam sejenak, sementara dari pagi, bangun subuh lalu tidur lagi, dan kerja dengan target supaya semua OPW terupdate. Besok lanjut ke D10 lagi dan kumpulkan semua kalkulasinya.

WhatsApp Image 2020-12-26 at 07.04.12 (1)

Dilanjut dengan update drawing dan manual book supaya benar. Baik, dan setelah jam 5, main game, lalu baca kitab kaifiyatussholat dan malam, beginilah setelah nonton tv g jelas dan masak mi, saya melipir.

Selasa, 7 Jumadil Awal 1442 H, 22 Des 2020

Ini pertama kali Najmi Adzan di Mesjid dan hari ini, selain subuh yang berfaidah namun malam kurang baik, mimpi pun kurang jelas dengan melihat ummah tidur di kobong pesantren dengan pintu terbuka dan pekan kemarin lebih extrem lagi dengan bermimpi melihat beberapa orang di eksekusi di sebuah kuil budha dan mimpi saya nikah lagi dengan curhat ke Ummah, nafkah dari mana kata saya.

IMG_20201223_084729

Agak sedikit gamang dengan hari ini, pertama soal bonus yang ternyata fix tidak ada di tahun ini, kedua soal mobil yang pengen dipake buat angkat pisang di hari kamis dan tentang accessories packing yang segunung yang harus di kejar di hari ini. Dadakan dengan panel yang menumpuk harus di packing. Sore hari sempat agak panas soal productivity.

Malam hari seperti biasa dari hari sabtu, kita mengajar ngaji, sholat lalu main game dan memijit bapak for the first time.  Ya, banyak hal yang for the first time di pekan ini : Najmi adzan, ngecat tapi gak dibales di KTM 😀 dan mijit bapak.

Rabu, 8 Jumadil Awal 1442 H, 23 Des 2020

Adzan Najmi semakin banyak perkembangan, sekarang setelah hayya alal falah muncul, Asyhadu allaa pun sudah dikumandangkan. Alhamdulillahnya, tidak ada yang membatasi Najmi untuk adzan.

Bangun subuh dengan tingkat keparahan level 15 dilanjut bangun jam 7 dan langsung kerja untuk mempersiapkan 3 kali meeting hari ini : Pertama dengan finance soal D10, lanjut meeting PIR review dan Siang meeting soal change notice dan cost out yang akhirnya malah terinterupsi dengan isu packing yang tidak mau OT. beruntung saat sore semua sudah terhandle.

WhatsApp Image 2020-12-26 at 07.04.11 (4)

Sebagaimana biasanya, bapak di jam segini mengajak anak-anak jajan, dengan berkecamata hitam ramai-ramai berangkat ke warung, jajan. Di hari kerja ke-3 sebelum libur Natal, semua masih lancar, Alhamdulillah. Masih bisa disini.

Kadang saya merasa kesepian, tidak ada yang mengajak saya bicara, dari dulu, meski sudah mencoba berdamai, tapi ya jalani saja. Saya lupa apa yang terjadi malam, seingat saya mengajar anak santri, mengajar ngaji, mengajarkan tentang pentingnya sholat dan malam yah… apa lagi lah, my escape plan : ML.

Kamis, 9 Jumadil Awal 1442 H, 24 Des 2020

Kamis sudah datang lagi, mentari masih bersinar saat hari mulai cerah, tak jadi menjemput neng di hari libur pertama ini. Lalu kemana? Jam 10 ummah mengajak untuk pergi ke kutamaneuh, baiklah saya kira, setelah menyelesaikan kursus online tentang agile serta six sigma foundation, kita berangkat. Jam 10.30 jadinya.

WhatsApp Image 2020-12-26 at 07.04.11 (2)

Pelajaran menjadi sedikit mudah di fundamental setelah kemarin bingung di level green belt, ternyata otak kita begitu, bukan tidak mau belajar, dia hanya perlu waktu untuk berfikir, sementara itu di rumah, suara anak-anak masih riuh rendah, Najmi nampak rajin mencuci sendal. Rajin dia memang, energi nya luar biasa, teriak dari pagi sampai malam kuat, adzan nya kencang, hari ini bahkan dia berani kita tinggal sendirian di karawang sementara saya, ummah, jabir dan jarir bertolak ke kutamaneuh lagi.

WhatsApp Image 2020-12-26 at 07.04.11 (3)

Dan sampai di jam 11, istirahat sejenak lalu dzuhur, disambung kursus lagi  tentang statistik dan this is for the first time, saya bantu mengecat rumah sampai ashar hingga akhirnya ke ciburial untuk menjemput aki didin tapi papalimpang, dan mengaji sampai maghrib lalu pulang dan teteh ikut dengan bersama bawa laundry, beberapa ikat 😀 hamzah kekeh dengan perjalanan dengan jendela terbuka. It’s kiddos hah?

Dengan maghrib sampai ke rumah. Tapi lah malam ini tidak begitu mulus saat malam, karena tergoda begadang lagi.

Jum’at, 10 Jumadil Awal 1442 H, 25 Des 2020

Neng berangkat jam 11 malam dari Bogor sehingga bapak dan mamah sudah bersiap dengan berangkat ke pasar di jam 10 malam, bapak nelpon tapi tidak saya angkat, saya fikir itu Najmi yang nelpon, sempat salah faham jadinya. Ternyata bapak.

Jum’at, itulah hari ini, 18.49 jam di Selabintana, dibalik bunyi detik jam, serangga malam dan kesendirian di majlis yang sepi tak ada yang datang, di depan ada buku aqidah ahlussunah, Bismillah

Hari ini, usai subuh dengan mata yang berat dan memohon supaya diringankan, saya tidur lagi sampai jam 8, lalu bersiap, sarapan dengan bakakak dari Sadeng, karena neng datang jam 2 pagi, saat bangun para santri sudah berangkat.

Mamah sudah book dari kemarin, mau diantar katanya ke Palasari, Cibereum dan panjalu. Lama juga menanti, 15-30 menit di setiap spot, dan pertama kali bawa mobil lewat Sukajaya, 11.30 sudah di parkiran, dan saat berangkat jumatan diselajambu lagi, ada Arif. Ngobrol sejenak tentang pekerjaan hingga akhirnya saya diundang untuk datang selepas jum’atan tapi saya malah pulang.

WhatsApp Image 2020-12-26 at 07.04.11

Malam hari, setelah sore kita istirahat, sudah lama tidak tidur siang, saya mengajar anak-anak yang masih belum hafal sifat dua puluh. Agak lama menunggu mereka datang, jam 7 baru datang, setelah diskusi dengan Iduy dan beberapa kawan yang ke suhu malam ini, pengajian mingguan. Saya lupa lagi, padahal pengen kesana.

WhatsApp Image 2020-12-26 at 07.04.11 (1)

Hingga malam tiba, saat push rank tiba-tiba ada pengumuman orang meninggal, ternyata Pak Ece, bapaknya robi dari wetan, langit sejenak hening, awan mendung sampai pagi ini. Satu lagi umat muslimin wafat, kita semakin dekat menunggu giliran. 

Saya berkemas ke kamar, menceritakan pengalaman hari ini, ilmu statistik dan pastinya berdoa sebelum tidur. Sudah malam nak, besok kita sholat subuh.

Sabtu, 11 Jumadil Awal 1442 H, 26 Des 2020

Ada banyak hal baik yang harus kita mulai, ke suhu mingguan tertunda, ke almast ga jadi, ta’ziyah juga enggak. Hmm… gimana coba kamu teh. Kadang kegagalan seperti ini membuat saya semakin terpuruk, kebaikan memang sesuatu yang membutuhkan keberanian. Saya khawatir silaturahmi tertunda hanya karena saya yang terlalu nyaman dengan waktu yang dihabiskan dihadapan layar handphone dan laptop. Bukan karena tidak ada waktu. Lihatlah, mau berangkat ngaji aja berkilah : ada live streaming kan? Hmm.

IMG_20201226_104225

Dan akhirnya pagi ini, setelah belajar tentang statistik dan finally done! Alhamdulillah, belajar tentang Minitab yang rasanya puas juga saat bisa menjawab tantangan diri. Bismillah lah. Mungkin begitulah hidup, ada saatnya setiap bisikan hati dijalankan, tantangan di jawab, menghentikan fikiran dan berjalan mengikuti hati, mengambil resiko pada penyesalan. Kalau baik, sekalipun menyesal, kita bisa dapat kebaikan bukan? Daripada hidup dalam keraguan.

Jadi jam 9.30 saya anter Ummah dan benar-benar nganter selepas sejenak mengganti oli, lalu belajar lagi di waktu siang, sholat bareng Najmi dan mengajak Najmi untuk beli balon karet yang entah apa dan kenapa. Hanya ingin bersedekah dan malam mengajar anak-anak lagi dengan A yang doyan main ML sampai jam 12 -_- dan mengisahkan kisah Nabi Yusuf ‘alaihissalam kepada santriyat. Sudah isya. Lalu main game dengan tawaran makan tapi saya bilang gak bisa, sementara Najmi sedang tiduran saat pulang, dilanjut ngerok Bapak.

Najmi makin besar saja, makin mandiri, pemikirannya makin matang. Sebentar lagi akan sibuk dengan pemikirannya sendiri. Mengantarkan dia dewasa lalu mengizinkannya untuk menjalani hidup sendiri, trusted. Beginilah hidup. Pada akhirnya kita harus rela bahwa kehidupan ini datang dari ketiadaan menuju ketiadaan. Dan Najmi akan dewasa, waktunya melepaskan genggaman tangan pelan-pelan. Meski sungkan. Beginilah rasanya menjadi bapak.

Ahad, 12 Jumadil Awal 1442 H, 27 Des 2020

6.48 di Sukabumi, cerah pagi ini. Tak semendung kemarin, kami tak kemana-mana jadinya kemarin, hanya di rumah : Belajar, nonton, ngobrol, bercanda dan main game. Gitu aja. 

48 menit berlalu, semangat belajar mulai padam. Belajar Agile mentok di Persona. Apa? Harus membuat yang sedetail itu? Statistik juga mentok, ternyata belajar perlu waktu yang panjang. Dan pada akhirnya bertumpu pada satu pertanyaan : Apakah belajar ini memiliki hasil yang signifikan? Pada akhirnya saya belum bisa mengajak orang tua jalan-jalan, membahagiakan mertua dengan memberikan kado istimewa di pernikahan adik, atau mengajak anak jalan-jalan di libur tahunan ini. Hanya belajar saja. Saya jadi kecewa. 

Seperti kemarin saat percaya sama Johnson tapi malah dibawa ke base musuh. Lucu, tapi sakit. 

IMG_20201227_101608

Hari ini, jika jadi siang dikit mau ke nikahan agis, lalu pergi ke Selabintana. Sampai sore sebelum besok kembali bekerja lalu pulang ke Bekasi. Begitulah hari ini.

Itu rencana, faktanya jam 10 kita baru berangkat dari rumah dan sampai KTM di jam 11 dan jalanan penuh, saat sampai mobil langsung dipinjam untuk anterin nasi. Saya ditanyakan dimana-mana, kemana saja? Ga bantuin? Malu saya bilang. Dan begitulah, semua riweuh saat pada mau pulang, yang ini mengeluhkan mobil yang panas, gedebag gedebug, sempit dan ah entahlah.

WhatsApp Image 2021-01-03 at 06.05.33

Sementara disana, pengen saya diem, saya salah di keduanya. Biasa saya bilang. Hmm, begitulah. Dan akhirnya kami pulang dan tidur bareng kembar sampai sore dengan gemericik hujan, rencana ke Selabintana Batal. Dan sore hari saya jemput Ummah, kita pulang. Sampai rumah maghrib. Begitulah dan begitulah hari demi hari berganti, ngobrol sama bapak dengan canggung.

IMG_20201227_122107

Saya selalu coba menerima siapapun yang kadang tidak bisa membantu saya, saya selalu mencoba mandiri, tidak mengeluh, tidak meledek, tidak berhutang, tidak menyakiti. Tapi saat ada orang yang langsung kecewa saat kita tidak membantu, meledek, menyakiti, ngutang, ngeluh saat kita bantu. Rasanya KZL.

Tapi yah, senyumin aja lah. Hidup teh sebentar, terlalu sibuk dengan hal-hal yang kecil membuat waktu mubadzir. Mendingan fikirin yang bermanfaat aja.

Senin, 13 Jumadil Awal 1442 H, 28 Des 2020

Dan kita semua terbangun, sehari lagi saja di Sukabumi. Masih WFH dulu karena leader masih masuk kerja. Jadi seharian ya kerja lagi meski pada akhirnya terinterupsi.

IMG-20201228-WA0018

Rencana ke Selabintana batal, mamah sakit saat pagi jadi kita di rumah saja. Saya kerja dan akhirnya muncul ide saat lihat status teman di Alz yang ngajak makan orang tuanya, botram yuk? Maka hari pun di mulai, sore hari di jam 1 kita berangkat. Dan ternyata … Bapak minta dianter juga ziarah ke Cidaun, lalu ke Gunung Puyuh atau Azzainiyah hingga akhirnya batal karena baju kena ompol. Kita pulag saja.

IMG-20201228-WA0029

Yah begitulah kehidupan, jika ingin memuaskan manusia memang susah. Seperti di Pabrik saja, pengen kerja, stelah diterima kerja pengen kerjanya enak, setelah kerjanya enak pengen naik gaji, udah naik gaji pengen dapat bonus liburan. Lucu kan saliwat mah? Emang gitu manusia mah. Dan kita juga manusia.

Dan malam hari kita istirahat cepat, besok berangkat subuh.

Selasa, 14 Jumadil Awal 1442 H, 29 Des 2020

Pagi hari, dengan mata yang berat, kita berangkat di jam 3, buru-buru saja, tidak sempat sholat safar dulu malah, dan mengeluarkan mobil, lalu salim dan salam dengan orang tua, memohon do’a dan berangkat melalui jalanan dengan Najmi yang tiba-tiba mengeluh soal wiper yang berisi, membuat saya agak kurang sabar.

IMG_20201228_164026

Perjalanan lancar, sempat gedebak gedebuk sih, tapi tenag lah, sampai di Cigombong jam 5, shilat subuh dan kelewat jalan saat mau keluar di Ciawi, hingga akhirnya kita meet up di rest area. Hagia berangkat dijemput dua orang santri.

IMG_20201229_074223

Selanjutnya, kerja lah, setelah mengantar dan sampai rumah di jam 7, jalanan lengang dan sampai di kantor jam 8. Dengan mata mengantuk saya coba manage packing hari ini dengan sebaik mungkin : Sofifi Tobelo yang menumpuk karena mau di FAT, geser sana sini, foto panel Belakang Tawaeli, monitor accessories. Wutsaa.

Sore hari pulang ontime, masih bisa lah, dan kita mojok sejenak di gedung RW lapang segitiga sebelum maghrib. Main seronde sejenak, lalu pulang, dan tidur. Yah begitulah kalau di rumah. Kadang yah… nulis sambil di gelenjotin pundak sama Jarir, main sama Najmi, ngajak berjamaah. Life is soooo happy.

Rabu, 15 Jumadil Awal 1442 H, 30 Des 2020

Hari ini masih sibuk seingat saya, dengan packing yang bag big bug, tapi masih work it lah, dengan Tawaeli 13 Panel, sisa kemarin gangguan Sofifi dan Tobelo yang lebih riweh, sekarang lebih normal. Untung Pak Fajar rajin ternyata. Pak Muslih pesen peci daun waru lagi. Oh, begitu ya.

IMG_20201230_145748

Sementara itu Pak Firdaus Last Day setelah 30 tahun bekerja sama dengan PTSI. Sungguh pencapaian luar biasa. Dan ya, hari harus tetap berjalan ya pak 🙂

IMG-20201230-WA0020

Dan dan dan, malam pun tiba, hanya sejenak main game lagi di taman, lalu sholat maghrib, keburu, iya kali hari ini. Dan dan dan hmm… apa ya? Itu kali tuh, hmmmmmmm Sholat di mesjid itu, sarigaperi, lalu malam shalat isya pun di mesjid, karena kan ada pengajian. Kita mah main game aja malamnya, laptop ga dibawa.

Kamis, 16 Jumadil Awal 1442 H, 31 Des 2020

Beginilah akhir tahun 2020, berangkat siang lagi, lebih siang dari kemarin, jam 9.16 baru sampai kantor, dan untunglah packing tidak sehectic kemaring, bahkan mungkin lebih seperti libur. Hingga akhirnya kita belajar saja : Tentang leadership dan tentang IT. Hingga akhirnya ada tawaran untuk kursus Javascript besok.

IMG_20201231_102223

Pulang juga jadinya telat, main game dulu malah di jalan, ketawa ketiwi sampai sholat maghrib di Mesjid dengan penghafal Qur’an. Musuhan sama franco penebas angin. Well well well. Sampai rumah, di jalan hujan, bahkan genangan di sepanjang jalan DI Panjaitan, Tapi alhamdulillah, semua selamat : Laptop, HP, dan makan aja telat. Belum lagi dipakai belajar dulu untuk kelas besok : Javascript.

Jam 9 baru keluar rumah, tetangga beli jagung sekarung. Wow. Dan akhirnya kita masuk kamar di jam 10.30 anak-anak masih main aja, baru jam 11.30 Ummah masuk kamar, berbincang sejenak tentang keluhan saya : Kenapa baru terbuka keinginan usaha dan belajar dengan sedikit lebih ingin bersungguh-sungguh sekarang? Ummah bilang : Tak aapa-apa lebih baik sekarang, daripada tidak. Dan langit mulai berisik, jam 12. Kita tidur saja, besok subuh.

Jum’at, 17 Jumadil Awal 1442 H, 1 Jan 2020

Hari ini, di hari tahun baru, apap bangun siang. Ah awal tahun baru yang kurang baik, jam berapa bangun? Jam 5 lebih. Tadinya pengen tidur, tapi ingat ada kelas jam 8, jadilah waktu 2 jam dipakai untuk sarapan bubur, nunggu ummah beli bubur, sambil belajar tentang javascript.

Dan jam 7.30 apap baru ngopi sebentar, lalu mandi, eh jam 8 saat di telepon, ga diangkat, baru lah jam 8.30 berangkat, sampai di jam 8.45. Ngobrol sebentar sana sini sama bapaknya, menceritakan anaknya, menceritakan masa mudanya, menceritakan tentang seperti apa anaknya. Dia dulu pernah ngelamar di siemens, tapi di cilegon, tapi dia ga mau, itu 25 tahun yang lalu. Dan sekarang anaknya kuliah di Undip sama Binus.

Oke, dan kelas dimulai, tentang pengenalan, tentang cara pakai console, tapi dianya ga pakai atom, di kampus ternyata netbeans, jadinya harus menyesuaikan dulu dengan eclipse IDE. Oke kelas selesai dai jam 10, lalu pulang dan sampe rumah, ngopi dong, main game, main sama anak-anak, pangku jabir, main sama Najmi, enjoy the time, sambil tiba-tiba udah jam 11.30 aja.

Jumatan dong, dan siapa sangka, meski sudah makan bubur dan 3 buah bakso tahu, tetap aja lapar, marah-marah dong, maka jumatan pun tidak khusyu, ngantuk, lapar, beneran not recommend. Lalu pulang setelah khutbah tentang refleksi bahwa tahun demi tahun itu harus lebih baik, dari sinilah teori continuous imprevement sebenarnya berasal. Right?

IMG-20210102-WA0000

Baique, siang hingga sore masiih disibukkan dengan makan, transfer urusan markisa dan akhirnya tiduran deh dan ah begitulah, kacau… sampai ashar di jam 4, lalu mulai praktik membuka toko di shopee, mulai jualan online lagi, dan saat maghrib menjelang, ngopi sejenak, 15 menit hingga maghrib. Pak Ihwani ternyata sudah sakit selama ini.

Seperti kita mengawali hari, maka kita awali malam dengan mengaji lagi, tak banyak, karena mau menulis disini. Hmm. Begitulah.

Sabtu, 18 Jumadil Awal 1442 H, 2 Jan 2020

Bangun kurang baik, amat sangat kurang baik, dan dengan watado saya berangkat mengajar RZQ dengan sabar mencoba menemaninya selama 45 menit dengan materi iqra’, hafalan, cerita dan sholat dhuha. Masih beberapa hal mental. Tapi coba disesuaikan lagi, apa saya menyerah? Atau lanjut? Ada hati yang bilang lanjut saja, tak apa=apa, ada hati yang bilang, sudah menyerah saja, lakukan dan beri yang terbaik.

Pulang jam 10, dengan perut lapar saya beli soto betawi, lalu makan dan main game, belajar dan akhirnya upload produk dan training javascript lagi. Tahu-tahu udah jam 12 saja. Siang tanpa ada tidur siang kita belajar, upload produk dan main game di jam 2. Sengajar, biar gak kacau kaya kemarin.

IMG-20210102-WA0006

Sore hari, ba’da ashar kita keliling cari bakso lalu makan dan ngopi, lalu nulis dan sore-sore sejenak keliling menunggu maghrib ke sarigaperi, ke sentra kota, ke Jl.Al-ihsan lalu jajan di warung madura : Es coklat 3 bungkus, coki-coki dan snack kentang saus tomat. 

IMG-20210102-WA0007

Malam hari, semua ngantuk. Maka ba’da maghrib kita ngopi sejenak setelah meng-assemble persediaan sampai 24 pcs, Ba’da isya semua tertidur setelah ya begitulah, mobile legend 2 ronde, menang 1. Dan kalah tapi karena jadi MVP kita dapat protection star.

Ahad, 19 Jumadil Awal 1442 H, 3 Jan 2020

Eh ini ahad? Ahad yang akhirnya bangun jam 4 lagi? Alhamdulillah! Tapi tetep aja solat subuhnya jam 5. Sudah 90 menit disini, nulis saja, selepas sholat, bertafakur. Kapan ngajinya dan ngantuk beneran, berat. Mungkin tidur lagi sejenak. ENtah hari ini kemana. Kadang jadi bosen juga, apalagi setelah lihat kawan kuliah jalan-jalan ke KL, ke SG halah. Rasa syukur jadi tergerus.

WhatsApp Image 2021-01-05 at 08.04.18

Dan malam hari, ingin mengulang kesuksesan kemarin, saya coba tidur awal, but all failed in monday morning. Hari ini di waktu sore kita ada kelas autocad sama Pak Rudi. Yang bikin saya malu saat nasihatin anak-anak tapi malah lupa di silent.

Alhamdulillah, barokah 2021 dengan ditemani dengan belajar yang terus melaju. Jadi hari ini lebih banyak belajar autocad & javascript sih, rencana jalan-jalan pengen nyoba MRT juga fail, hmmm kapan-kapan lah. 

Adalah sangat Alhamdulillah, begitu banyak ni’mat bahkan bersyukur pun adalah sebuah ni’mat, dimana yang lain tengah diuji dengan sakit, ditinggalkan orang yang tersayang dan kita masih melewati hari dengan penuh kebahagiaan. Semoga Allah selalu memberikan rasa syukur kepada kita, dan semoga senantiasa mampu bersabar dalam melewati setiap kejadian dalam hidup.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s